2 Chapter Pertama Final Fantasy XV

Ini adalah gim Final Fantasy kedua yang saya mainkan, sebelumnya saya memainkan yang karakter utamanya cewek, Lightning kalau gak salah namanya dan itupun gak tamat mainnya keburu PC saya modyar. Jadi, saya bukan penggemar atau pemain lama FF series. Ok langsung saja ke "review" setelah memainkan 2 chapter awal Final Fantasy XV.

Karakter utama di sini adalah Noctic seorang pangeran yang ditemani dengan 3 orang kawan untuk bertemu dengan calon istrinya yang juga sekaligus teman masa kecilnya, sungguh plot yang "tidak biasa" karena pada anime-anime hareem biasanya teman masa kecil selalu tidak dilihat oleh karakter utama, oke jangan jadi bahas anime balik lagi ke FF. Pernikahan dengan teman kecilnya yang berbau alasan politis itu ternyata tidak murni, dalam perjalanan menuju pasangannya, Noctic mendapati kabar bahwa negaranya diserang dan menewaskan ayahnya alias sang raja, dari hasil penyerangan yang terjadi kemungkinan besar terjadinya perang dan jalur-jalur perbatasan menuju negaranya mulai dihadang oleh pasukan kerajaan musuh.

Itulah plot awal yang ditampilkan di dua chapter awal ini, cukup menarik kan?

Gameplay

Final Fantasy terkenal dengan turn based rpg selama di PS 1, walau game FF saya coba main yaitu yang karakter utamanya Lightning sudah bukan turn based begitupun FF XV ini, game ini berupa hack and slash action rpg yang membuat kita spam tombol untuk menyerang monster-monster yang ada. Dalam combat system karakter kita memiliki 4 pilihan senjata: two handed sword, pedang biasa, tombak, dan sihir. Untuk yang sihir pun tidak bisa spam sihir, ini lebih mirip granat yang dilempar namun berisi elemen sihir berupa api, es, atau listrik. Untuk isi ulang sihir di beberapa tempat akan muncul seamcam tambang yang mengeluarkan elemen-elemen tadi dan kita bisa ambil untuk isi ulang granat sihir kita.

Dalam mode pertarungan sebenarnya tidak terlalu aneh-aneh, cukup spam tombol serangan, timing yang pas untuk blok dan menghindar -- tombolnya sama --, dan lihai menggunakan warp ( btw saya masih kesulitan untuk menggunakan warp yang pas ). Jika lihai menggunakan warp saat bertarung ini cukup membantu, damage yang dihasilkan cukup besar.

Dalam menjalankan misi kita dibantu dengan 3 teman ( atau pengawal karena karater utama kita ini seorang pangeran ? ) setiap karakternya memiliki kemampuanya masing-masing:

  1. Gladiolus: Senjata utamanya pedang berukuran besar dan tameng ( saat ini belum ada tapi kalau mode training karakter ini menggunakan pedang dan tameng ). Skill tambahan survival, saya belum ngeh fungsi si survival ini untuk apa sebenarnya.
  2. Ignis: Koki dan supir perjalanan ini, oh iya petualangan ini kita tidak jalan kaki tapi menggunakan mobil dengan nama regalia. Senjata utamanya berupa pisau alias dagger. Skill tambahan memasak yang setiap masakan yang dibuat memiki efek seperti menambah serangan, darah, atau kebal stamina.
  3. Prompto: Karakternya anak muda penggemar fotografi, senjata utamanya pistol. Skill tambahan fotografi, nanti setiap selesai quest kita akan dapat foto-foto selama quest berlangsung, ada yang bagus ada yang jelek hasil fotonya.

Oke itu karakter pendamping utamanya, karakter utamanya sendiri memiliki skill tambahan memancing yang ikan hasil mancing bisa digunakan untuk jadi bahan masakan Ignis atau quest-quest tertentu.

Kontrol

Sejujurnya kontrol di FF XV ini hal yang untuk saat ini saya tidak terlalu menyukainya terutama kontrol combat system-nya, bisa jadi ini hanya masalah kebiasaan saja, dari semenjak gim God Of War dan Assasin Creed kontrol untuk pertarungan masih mirip-mirip, Nier:Automata pun walau agak beda bisa kita modif agar sesuai dengan yang kita inginkan, di FF XV sayangnya tidak ada kemudahan untuk mengubah kontrol sebagai gantinya kita diberi tiga tipe button assignment untuk combat controll-nya. Tentu ini saya subjektif karena pengalaman kontrol di game-game sebelumnya, cuma sedikit kesal aja sih lagi beratrung niat ngehindar malah buka peta, niat mukul malah yang kebuka pilihan item, hadeuh...

Lainnya...

Grafik mah gak perlu dibahas lah ya, salah satu terkeren kalau saya bilang, beberapa cut scene juga sayang jika harus dilewatkan. Untuk perkara gimik seperti biasa ada mode foto dan mendengarkan radio di mobil. Ada satu lagi sih yaitu modifikasi mobil tapi entah gimik doang atau jangan-jangan ada efeknya, sampai 2 chapter ini masih belum ketahuan.