Jam-Jam Pertama Assasin Creed Origin

Jam-Jam Pertama Assasin Creed Origin

Sebenarnya saya bukan penggemar Assasin Creed series, beberapa waktu lalu saat ada free game PS+ yang Assasin Creed Freedom Cry, saya coba memainkan dan biasa saja, yang menarik cuma eksplorasi lautnya. Tapi, saat melihat diskon Assassin Creed Origin dan banyak review bernada positif akhirnya saya coba-coba membeli dan memainkannya, hasilnya ternyata tidak mengecewakan.

Assasin Creed ( nanti disingkat AC saja ) kali ini berlatar belakang Mesir kuno dengan karakter bernama Bayek seorang Medjay ( semacam tentara sepertinya ) pelindung Oasis Siwa. Karena kejadian suatu hal Bayek dan anaknya diculik 5 orang bertopeng dan dari kejadian tersebut anaknya tewas, Bayek lalu mengasingkan diri dan kembali lagi untuk membalas dendam.

Seperti game AC pada umumnya game AC ini masih berupa action stealth adventure game, walaupun bermain stealth atau rusuh kembali menjadi pilihan masing-masing player. Salah satu yang saya suka dari AC Origins ini adalah latar tempat dan waktu Mesir kuno, memadukan Open World dengan Mesir pilihan yang cerdas kata saya, bagi yang gemar mengambil tangkapan layar untuk pamer atau apapun, banyak sekali stok yang bisa diambil, laut, kota, danau, gurun, dan piramid. Namun karena pilihan tempatnya Mesir beberapa kota dan pasarnya tidak AC banget kalau kata saya, yang saya tahu AC ya karakter loncat-loncat sembunyi-sembunyi gitu macam bajing luncat, tapi karena ini di pasar dan kota-kota kecilnya tidak terlalu memungkinkan dikarenakan jarak bangunan yang terlampau jauh dan kurang tinggi, tapi struktur kota padat masih ada setidaknya saat kondisi saya sekarang berada di Alexandria.

Di AC Origin ada satu fitur yang saya sukai, fitur follow the road to custom marker fitur ini membantu sekali dalam bepergian, saya seringkali kesusahan menuju tempat quest atau manapun di map terbuka, saat bermain Nier:Automata saya pernah lebih dari sejam muter-muter nyari titik lokasi quest, dengan fitur tadi saya cukup naik kuda/unta, tekan tombol X agak lama selanjutnya tekan tombol segi tiga maka auto menuju tujuan. Fitur lainnya yang menarik adalah fittur mata-mata dengan eagle eye ya eagle eye secara literal yaitu memata-matai atau mengecek lokasi tujuan oleh elang peliharaanya bernama Senu. Ini sangat membantu dalam mencari tahu lokasi musuh. tempat sembunyi yang pas, dan kalau sudah meningkatkan skill elangnya bisa kita gunakan untuk menyerang/menggangu musuh.

Untuk karakternya sendiri dalam pengembangannya tergantung player, kita diberi kebebasan dalam menentukan kemampuan yang dipilih, jarak jauh, jarak dekat, atau spesial. Ini juga terkait dengan senjata yang bisa kita gunakan, setidaknya ada 2 tipe senjata, jarak jauh berupa panah dan busurnya beserta spesial item bola api, dan jarak dekat/sedang berupa pedang, pisau kecil (spesial), mace, dan tombak. Untuk senjata non spesial, kita bisa membawa masing-masing 2, 2 buah busur, dan 2 buah senjata jarak pendek/sedang. Saya sendiri lebih suka memilih senjata tombak dan pedang, walaupun di senjata level yang sama mace lebih besar kekuatannya tapi mace ini kurang dari segi kelincahan.

Cukup yang bagus-bagusnya, sedangkan yang kurang sreg dari AC Origin ini adalah seretnya exp saat melawan kroco-kroco macam bandit atau penjaga kerajaan tapi ini bisa ditanggulangi jika kita sering melakukan side quest ataupun jalan-jalan, karena jumlah exp side quest cukup besar dan saat kita jalan-jalan dan membuka area baru kita juga dapat exp. Satu lagi yang kurang sreg yaitu kontrolnya dalam bertarung, entah kenapa respon bertahan dan menghindarnya kurang responsif seolah-olah menganjurkan kita bermain sembunyi-sembunyi jangan main rusuh.

Oke segitu aja dulu, semoga nanti libur panjang lebaran bisa saya selesaikan.