Nioh: Mati Penasaran Menang Ketagihan.

Nioh: Mati Penasaran Menang Ketagihan.

Saya adalah tipe pemain game yang emang nyari cerita dengan tantangan sewajarnya, maka dari itu biasanya saya selalu memilih kesulitan di tingkat normal gak aneh-aneh sampai hardcore atau expert, sehingga saya hampir tidak tertarik dengan game-game "hardcore" macam Dark Soul dan Sekiro di awal kemunculannya, takut rage quit.

Di bulan November kemarin, bagi pengguna layanan PS+ mendapatkan jatah game gratis salah satunya adalah Nioh, dan Nioh ini salah satu jenis game action RPG "hardcore" alias death simulator. Ya gimana gak disebut death simulator ketika nemu kroconya aja langsung mati. Tapi, lama kelamaan setelah cukup familiar dengan combat system -nya yang ada malah ketagihan, ibarat pepatah: Mati Penasaran Menang Ketagihan.

Di tulisan ini saya gak nulis review atau apa lagian siapa saya dah, saya cuma mau nulis gimana saya bisa bertahan bermain Nioh sampai sekarang saat ini ditulis sudah menyelesaikan 3 misi utama di luar misi awal yang di tower Inggris.

Combat System

Untuk keperluan combat system Nioh setidaknya memiliki 3 hal utama yang penting diperhatikan.

Spirit Meter: Saya lupa nama resminya apa, tapi ini menandakan roh yang mendampinig karakter kita sudah bisa digunakan untuk menjadi living weapon. Efek terhadap senjata akan tergantung roh yang digunakan.

HP: Penunjuk darah karakter utama, seperti biasa kalau menyentuh angka 0 berarti mati, dan kita pasti akan sering mati.

Ki/Stamina: Bagi penggemar action RPG yang hobi smash button agar mendapat combo sebanyak-banyaknya di game ini itu tidak memungkinkan, karena Ki/Stamina akan menentukan pertempuran. Setiap gerakan selain berjalan kaki seperti berlari, menyerang, menghindar dan bahkan bertahan akan mengurangi nilai Ki, dan jika Ki sudah kosong kita cukup bisa pasrah. Ki akan regen dengan sendirinya jika kita diam atau sekadar berjalan.

Tips dari saya di awal game, cukup dua kali pukul mundur, dua kali pukul mundur. Intinya jaga jarak.

Pemilihan Senjata dan Stance.

Di Nioh kita memiliki kebebeasan memilih senjata, pilihan senjata yang tersedia ada Single Katana, Double Katana, Kapak, Tombak, Kusarigama, Busur, Senapan dan Hand Cannon, oke mari bahas satu persatu.

Single Katana: Satu katana dipegang dengan kedua tangan. Damage lumayan tinggi, tapi makan ki cukup besar juga.

Doube Katana: Dua buah katana, dipegang masing-masing di kedua tangan, damage yang dihasilkan tidak terlalu besar namun konsumsi ki pun cukup hemat. Saya menggunakan ini untuk senjata utama saya.

Kapak: Mirip dengan singgle katana namun damage dan konsumsi ki jauh lebih besar.

Tombak: Mirip dengan single katana namun range yang lebih besar, lumayan juga konsumsi ki yang kepake.

Kusarigama: Senjata jarak menengah dengan kombinasi rantai dan semacam arit di ujung rantainya. Sulit untuk dikontrol sih kalau kata saya.

Itu senjata jarak dekat dan menengah, untuk jarak jauh Nioh menyediakan busur, senapan, dan hand cannon. Kekurangan senjata jarak jauh kita harus beli atau mencari sendiri amunisinya seperti peluru atau anak panah. Sedangkan ada perbedaan senapan dan hand cannon yaitu di damage yang diciptakan, hand cannon lebih besar dari ukuran damage yang dihasilkan tapi dari gerakan saat menggunakannya kita harus diam dan ada semacam "loading" sebelum peluru ditembakan.

Kita diberi 4 slot, dua senjata jarak pendek dan menengah dan dua senjata jarak jauh.

Saran saya jangan sering-sering ganti senjata, semakin senjata sering digunakan familiarity-nya akan penuh dan jika penuh efek senjata yang dihasilkan akan lebih sering keluar.

Selanjutnya Stance, ini mungkin bahasa Indonesianya kuda-kuda ya, nah di Nioh ada 3 High, Mid, dan Low.

High: Gerakan lambat tapi damage lumayan. Mid: Biasa-biasa aja normal, saya pakai ini. Hhe. Low: Cepat tapi damage tidak terlalu sakit.

Armor dan Item.

Selain senjata ada juga armor. Untuk armor selain armor seperti tubuh, kaki, helm, dan sarung tangan disediakan juga 2 slot untuk asesoris. Standar saja sih setiap armor dan asesoris memiliki efek masing-masing tapi yang perlu diperhatikan selain status-status yang ada adalah berat masing-masing armor, semakin berat armor yang digunakan akan menambah beban ke tubuh karakter, semakin berat beban yang dipikul semakin lama regen ki karakternya.

Untuk usable item kita diberi 8 slot, bisa dipasang apa saja, dari mulai batu, spirit stone, bom, elixir, dan lain sebagainya. Atur aja sedemikian rupa biar gampang dipencet terutama posisi elixir yang berfungsi sebagai potion.

Shrine

Shrine atau kuil mini bersifat sebagai tempat check point, sehingga kalau mati kita kembali ke posisi kuil terakhir. Fungsi kuil juga beragam, yang pasti pertama kali adalah mengembalikan status darah dan ki, untuk level up, bisa untuk offering item ( mirip ngejual item ), ganti roh pendamping, membeli jutsu ninja, dan offering player biar kalau kita kesusahan ada temen online yang datang.

Yang perlu diingat setiap kita berdoa di kuil, semua musuh normal akan hidup kembali, di satu sisi kalau jarak shrine terlampau kejauhan bikin males ketemu musuh lagi, tapi di sisi lainnya kesempatan yang bagus untuk farming amrita.

Amrita

Amrita ini mirip exp point, dipakai untuk menaikan status level tubuh karakter, lama kelamaan biaya amrita yang dibutuhkan untuk naikin status semakin mahal, awalnya sekitar 500 amrita, sekarang saat ini ditulis amrita yang saya butuhkan untuk "naik level" sekitar 20 ribu amrita. Oh iya jika kita mati roh dan amrita punya kita akan drop di tempat kita mati, kita bisa ambil kembali manual dengan datang ke tempat kita mati maka amrita dan status roh di spirit meter akan normal sama seperti sebelum mati, di kuil kita bisa callback spirit tapi yang dipanggil cuma roh saja, amritanya tidak, dan amrita akan hilang untuk selamanya.

Status Prestige Point

Selain status default yang bisa dikembangkan saat kita naek level menggunakan amrita, ada yang namanya prestige point, poin ini cukup berpengaruh karena ada beberapa status tambahan yang bisa dinaikan seperti mendapatkan amrita naik berapa persen setiap mengalahkan musuh, meningkatkan kemungkinan drop item langka, dan lain sebagainya. Jadi sering-sering cek kalau ada status tanda seru ya.

Samurai, Ninja dan Omnyo Point

Ini lebih mirip skill point, dengan masing-masing poin yang ada kita bisa unlock kemampuan sesuai senjata yang kita sering gunakan.

Musuh

Musuhnya ada dua sih, Yokai alias setan atau siluman ama manusia biasa. Kalau manusia biasa sih cukup aman paling dibedakan armor doang, yang yokai ini rada-rada rese, ada elementalnya.

Lah ko jadi kaya review? Nah cara bermain saya sendiri adalah.

Farming amrita, setelah mengetahui lokasi kuil saya akan sering bulak balik agar semua musuh hidup kembali, saya bunuh lagi saya balik lagi sampai level udah cukup enak, baru proses ke tahap selanjutnya.